Kamis, 14 November 2013

VISI DAN MISI GBI IMANUEL PERUMTEL


Berdasarkan Tata Tertib Gereja Bethel Indonesia   

Pasal 4

Visi Gereja Bethel Indonesia

Menjadi seperti Yesus Kristus

Pasal 5 

Misi Gereja Bethel Indonesia

Untuk mencapai Visi, Gereja Bethel Indonesia Melaksanakan Misi :
  1. Memberitakan kabar Keselamatan kepada segala bangsa;
  2. Menjadikan orang percaya murid Kristus;
  3. Melengkapi orang percaya untuk pekerjaan pelayanan bagi pembangunan Tubuh Kristus;
  4. Meningkatkan persatuan dan kesatuan Tubuh Kristus


Visi GBI  Jemaat Imanuel Perumtel

Visi 

Memenangkan Kota  Ambon dan Sekitarnya bagi kerajaan-Nya

MISI
 
- Menggarami Dunia dan memberitakan Injil kepada bangsa–bangsa, menjadikan mereka murid Kristus dan harus memelihara serta melaksanakan segala ajaran-Nya.

- Mempersiapkan Umat Tuhan serta membangun Iman dan Kasih kepada Tuhan, untuk disiapkan bertemu dengan Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya yang kedua kali.

PENJELASAN VISI DAN MISI :
GBI IMANUEL MEMILIKI VISI BAGI KOTA INI KARENA AMBON SETELAH PASCA  KERUSUHAN HARUS  MENGALAMI TRANSFORMASI,    GEREJA ADALAH SATU-SATUNYA  INSTRUMEN ATAU AGEN UNTUK MENGHADIRKAN KERAJAAN ALLAH DIBUMI INI.

BAGAIMANA CARANYA, GEREJA PERLU MENJADI KOMUNITAS ORANG PERCAYA  YANG  DIGERAKAN  DAN  MEMPRAKTEKAN  KONSEP YANG BERKAITAN  DENGAN  KERAJAAN ALLAH, SEHINGGA BISA MENCAPAITUJUAN-TUJUAN   YANG  BERASAL  DARI  KERAJAAN  ALLAH  SECARA SEMPURNA.
JADI KALAU KITA INGIN TRANSFORMASI ALLAH TERJADI BAGI KOTA  AMBON  MAKA  NILAI-NILAI  KERAJAAN  ALLAH  PERLU DIKUKUHKAN YAITU :

  1. MELALUI DOA,  PUJIAN  DAN  PENYEMBAHAN  AGAR DAPAT MENERIMA KEKUATAN, ANUGRAH DAN PENG-URAPAN-NYA UNTUK MENGASIHI SESAMA MANUSIA.

  1. HARUS  BISA  MENGUBAH  KOMUNITAS  DAN MEM-PENGARUHI KOTA UNTUK MEMPERSIAPKAN UMAT TUHAN   AGAR   MEREKA  BISA   MENDATANGKAN KERAJAAN ALLAH BAGI KOTA INI.

USHER MANUAL GBI IMANUEL PERUMTEL




GEREJA BETHEL INDONESIA
JEMAAT IMANUEL
Jln. Perumtel Gunung Nona Ambon


USHER MANUAL


A.     UMUM

1.       Usher  adalah Wajah dari gereja, kesan pertama seorang pengikut kebaktian terletak pada penyambutan seorang usher.
2.       Usher tidak melayani manusia, tetapi melayani Kristus,
( Kolose 3 : 23 – 24)
3.       Usher bukan hanya sekedar menyambut tamu,tetapi ia merefleksikan keterbukaan Tuhan dalam menerima manusia . jadi ia adalah representative Tuhan, oleh karena karakter ilahi harus ada dalam dirinya.
  
B.     KARAKTER SEORANG USHER

1.       Komitmen terhadap Gereja Lokal.
2.       Penuh kasih
3.       Ramah, Joyfull
4.       Sopan, Gentle
5.       Memiliki hati yang siap melayani, ringan tangan
6.       Tegas dan berdisiplin tinggi
7.       Rapih
8.       Bersikap wajar, tidak dibuat-buat.

C.     KLASIFIKASI PENGIKUT KEBAKTIAN

1.       Anggota , adalah mereka yang TELAH menyatakan diri untuk komitmen terhadap Gereja Lokal
2.       Tamu, adalah mereka yang BELUM menyatakan diri untuk komitmen terhadap Gereja Lokal.

D.     PERSIAPAN SEBELUM TUGAS

  1.   Sebelum bertugas, seluruh Usher yang bertugas pada hari itu berkumpul terlebih dahulu, kemudian berdoa bersama-sama dibawah pimpinan Dari Assitant Head Usher. Ini sangat mutlak, sebab hadirat Ilahi harus menyertai mereka selama bertugas.

  2.  Kata TERLAMBAT harus dihapus dari perbendaharaan para Usher
               TERLAMBAT ADALAH MUSUH YANG PALING UTAMA. Usher yang terlambat, dengan alasan  apapun, , harus segera digantikan oleh Usher yang lain, tidak perlu ditunggu.
3.       Setelah berdoa bersama, Head Usher memberikan petunjuk  tentang acara hari itu, kemudian tugas dan kelengkapan untuk setiap Usher dibagikan. 


4.       Siap di tempat tugas masing-masing 15 menit sebelum acara dimulai. Sebab :
a.       Ada Pengunjung yang dating lebih Awal
b.       Punya kesempatan untuk mengadakan Observasi  (kontrol) terhadap keadaan sekitar tempat bertugas
c.       Memulai tugas pelayanan dalam keadaan segar, tidak tergesa-gesa, sehingga membawa penampilan yang buruk.
5.       Kerapihan baju, rambut dan tanda pengenal harus diperhatikan
6.       Setiap Usher harus SANGAT menyadari, bahwa acara penyajian tidak kalah pentingnya dari pada yang disajikan, bahkan kadang-kadang lebih penting.
     
E.      PELAKSANAAN TUGAS
1.       Selama waktu bertugas tetap berada pada tempat yang telah ditentukan. Tidak meningalkan tempat kecuali untuk kepentingan tugas sebagai Usher.
2.       Jabat tangan setiap pengunjung yang datang , baik ia anggota maupun tamu. Jangan ada seorangpun yang terlewatkan . Dengan wajah yang cerah sebutkan nama dari orang yang disalami tersebut. Usahakan mengenal lebih banyak orang-orang yang hadir.
3.       Lakukan semua tugas dengan wajar. Jangan  dengan keramahan yang dibuat-buat.
4.       Jangan membedakan oaring. Bersikap ramah terhadap semua orang tanpa kecuali dengan kadar keramahan yang sama.
5.       Antar Usher jangan bercakap-cakap sendiri, sehingga kurang menghiraukan pengunjung yang harus disambut.
6.       Bagi Usher yang bertugas dipintu masuk, tamu ( bukan anggota) harus diantar ke tempat duduk yang agak didepan.
7.       Usher yang bertugas dalam ruangan  kebaktian harus senantiasa awas terhadap tempat- tempat  duduk yang kosong. Usahakan agar bagian yang terdepan  terisi terlebih dahulu. Jangan biarkan seorang pengunjung  mencar-cari tempat duduk yang kososng, segera bantu dia. 
8.       Pada waktu jemaat sedang BERDOA, pengunjung yang akan masuk harap DITAHAN terlebih dahulu, baru kalau doa sudah selesai mereka dipersilahkan masuk.
      
F.       PADA SAAT KEBAKTIAN
1.       Lima belas menit sebelum firman Tuhan disampaikan para Usher segera menduduki tempat duduknya.
2.       Selama pemberitaan Firman Tuhan para Usher harus tanggap dengan keadaan sekitarnya, bila anak yang berbuat gaduh, harus segera  ditertibkan dengan ramah dan sopan. Lakukan itu tanpa menarik perhatian jemaat yang sedang mendengarkan Firman Tuhan. Bila perlu, bimbing anak itu keluar dan diasuh secara tersendiri diluar. Dan bila itu anak bayi yang menangis, secara sopan dan ramah persilahkan si ibu untuk menenangkan di luar.
3.       Usher harus  siap ketika altar coll.


G.     MENGATAR PULANG

1.       Kalau acara kebaktian selesai, tidak berart tugas Usherpun selesai. Pada waktu doa ucapan syukur dinaikan, segera para Usher bersiap didepan pintu keluar.
2.       Salam semua pengujung yang berjaklan keluar, sambil undang mereka untuk datang lagi pada waktu yang akan datang.
3.       Tunggu sampai pengunjung  meninggalkan ruangan  kebaktian baru, tinggalkan tempat tugas, kadang-kadang dalam ruangan ada beberapa orang yang tinggal untuk bercakap-cakap, datangi mereka  ( khususnya para tamu ) dan beri salam sambil undang untuk datang lagi.
4.        Sebelum para Usher meninggalkan ruangan kebaktian, periksalah keadaan sekitar ruang, apakah ada barang-barang yang tertinggal.
    
H.     HUBUNGAN ANTARA USHER

1.       Saling mengasihi, saling menghargai dan ada kesediaan untuk saling membantu.
2.       Menghargai setiap penugasan dan keputusan yang diambil oleh Head Usher , dan melaksanakannya dengan rasa penuh tanggung jawab.


SAYA TELAH MEMPELAJARI MANUAL INI DENGAN BAIK, DAN SAYA MENYADARI BAHWA TUGAS PELAYANAN SEBAGAI USHER ADALAH SUATU HAL YANG PENTING OLEH KARENA ITU DENGAN PERTOLONGAN TUHAN , SAYA AKAN MELAKSANAKAN TUGAS PELAYANAN INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA, UNTUK KEMULIAAN TUHAN .


Rabu, 06 November 2013

WORSHIP LEADER MANUAL - GBI IMANUEL PERUMTEL



logoGBI2.jpgGEREJA BETHEL INDONESIA
JEMAAT IMANUEL
Jln. Perumtel Gunung Nona Ambon
 



PRAISE AND WORSHIP LEADER MANUAL


A.     UMUM

1.       WL adalah Worship Leader ( pemimpin Pujian )  didalam ibadah raya minggu . awal pembukaa ibadah , memberI kesan ( Joy to the Heaven )
2.       WL tidak melayani manusia tetapi melayani Kristus serta umat kepunyaan-Nya.
3.        WL. Bukan hanya melayani, tetapi ia mengekspresikan segala Anugerah Allah  lewat pujian dan penyembahan yang murni, oleh sebab itu harus ada karakter ilahi didalam dirinya.
4.       WL harus menguasai lagu paling kurang 300 lagu
5.       WL bukan penyanyi tetapi penyembah
6.       Mempunyai hubungan dengan Tuhan dalam pusat penyembahan minimal 1 jam.

B.     KARAKTER SEORANG WORSHIP LEADER

1.       Komitmen terhadap gereja Lokal
2.       Penuh kasih
3.       Ramah/ Ceria
4.       Sopan
5.       Memilki hati yang siap melayani
6.       Tegas dan berdisplin tinggi
7.       Rapih
8.       Hati penyembah

C.     PERSIAPAN SEBELUM TUGAS

1.       Mempersiapkan Pujian dan penyembahan yang akan dibawakan dalam Ibadah Raya
2.       Memberikan lagu-lagu pujian kepada pelayan in focus  pada hari sabtu atau sebelumnya
3.       Kata TERLAMBAT harus dihapus dari perbendaharaan para Worship Leader TERLAMBAT ADALAH MUSUH YANG PALING UTAMA. Bagi Worship Leader .
4.        Kerapihan baju, rambut harus diperhatikan
5.       Setiap WL  harus SANGAT menyadari, bahwa acara ibadah Raya  minggu, adalah ibadah perayaan kemenangan Yesus Kristus



D.     PELAKSANAAN TUGAS WL

1.       WL selama bertugas tetap mempunyai hubungan dengan Tuhan , karena selama bertugas hadirat Ilahi harus menyertai mereka saat bertugas .
2.       Jangan terlalu banyak berbicara, sedikit berbicara tetapi kata-kata yang membangun jemaat untuk mengekspresikan kebaikan anugerah Tuhan.
3.       Pada saat puji-Pujian dan penyembahan jangan sering menutup mata
4.       Menjaga sikap saat puji – pujian berlangsung agar tetap Joy Full
5.       Tidak bersikap kaku atau terburu-buru dalam memimpin.

E.      PADA SAAT KEBAKTIAN

1.       Setelah pemberitaan Firman Tuhan,para team lewi segera mengambil bagian pada posisi di altar, pada masing-masing tempat tidak menunggu aba-aba dari hamba Tuhan, terkecuali ada aba-aba dari hamba Tuhan untuk hal khusus. Setelah itu team lewi mengambil bagian seperti biasa.

F.       HUBUNGAN ANTARA PELAYAN

1.       Saling mengasihi, saling menghargai dan ada kesediaan untuk saling membantu.
2.       Menghargai setiap penugasan dan keputusan yang diambil oleh yang mengkoordinir  , dan melaksanakannya dengan rasa penuh tanggung jawab.


SAYA TELAH MEMPELAJARI MANUAL INI DENGAN BAIK, DAN SAYA MENYADARI BAHWA TUGAS PELAYANAN SEBAGAI WORSHIP LEADER  ADALAH SUATU HAL YANG PENTING OLEH KARENA ITU DENGAN PERTOLONGAN TUHAN , SAYA AKAN MELAKSANAKAN TUGAS PELAYANAN INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA, UNTUK KEMULIAAN TUHAN .